Cara Menghitung Kubikasi Alat Berat untuk Freight Forwarding

"Pelajari rumus praktis hitung kubikasi CBM dan Revenue Ton untuk estimasi akurat biaya pengiriman kargo proyek dan alat berat antar pulau di Indonesia."
Pentingnya Akurasi Dimensi dalam Logistik
Dalam dunia pengiriman kargo laut (freight forwarding), biaya pengiriman (freight cost) tidak melulu dihitung dari seberapa berat barang Anda. Perusahaan pelayaran (shipping line) dan agen logistik selalu menggunakan perbandingan antara Berat Aktual (Metric Ton/Kgs) dengan Berat Volume (CBM/Cubic Meter), dan akan mengambil angka mana yang lebih besar sebagai basis perhitungan biaya (dikenal sebagai Revenue Ton atau Freight Ton).
Rumus Dasar Menghitung CBM (Cubic Meter)
Cara menghitung kubikasi sebuah alat berat atau mesin industri sangatlah sederhana. Anda hanya perlu mengalikan ketiga dimensinya dalam satuan meter (m).
Panjang (m) x Lebar (m) x Tinggi (m) = CBM
Studi Kasus:
Sebuah Excavator Komatsu PC200 memiliki dimensi keseluruhan: Panjang 9.5 meter, Lebar 2.8 meter, dan Tinggi 3.0 meter, dengan berat aktual sekitar 20 Ton (20,000 Kg).
Perhitungan CBM: 9.5 x 2.8 x 3.0 = 79.8 CBM.
Apa itu Revenue Ton (RT)?
Dari perhitungan di atas, kita memiliki dua angka metric:
- Berat Aktual: 20 Ton
- Volume/Kubikasi: 79.8 CBM
Karena 79.8 lebih besar dari 20, maka perusahaan pelayaran akan menggunakan angka 79.8 Revenue Ton (RT) sebagai pengali tarif dasar logistik. Ini karena meskipun Excavator tersebut tergolong ringan untuk ukuran kapal niaga, dimensinya memakan *space* (ruang) yang sangat luas di dalam palkah atau geladak kapal yang seharusnya bisa diisi oleh kargo lain.
Tips Menekan Biaya Pengiriman Project Cargo
Bagi mesin industri atau modular plant yang besar namun banyak celah kosong, sangat disarankan untuk melakukan "Dismantling" atau pelepasan komponen yang menonjol (misal: melepas bucket excavator, melepas exhaust truck) agar dimensi kubikasi keseluruhan menjadi susut. Hal ini berpotensi menghemat puluhan juta rupiah dalam nilai kontrak pengiriman logistik laut.
Tim Editorial JLB
Unit teknis JLB Logistics yang berfokus pada integrasi teknis kargo proyek, keamanan operasional maritim, dan manajemen risiko pengiriman alat berat.
Pelajari Layanan Unggulan Kami Lainnya
Artikel SelanjutnyaEksplorasi Insight Logistik Terbaru
Butuh Bantuan Logistik Serupa?
Konsultasikan kebutuhan kargo proyek atau alat berat Anda dengan tim ahli kami secara gratis.
Mulai Konsultasi GratisDapatkan Wawasan Mingguan
Bergabunglah dengan 1,000+ profesional logistik lainnya untuk menerima strategi pengiriman dan update industri.
*Kami menjaga privasi Anda. Berhenti kapan saja.
Related Articles

Logistik Indonesia Timur: Strategi Menghindari Biaya 'Empty Return' yang Mahal

Crane vs Jacking System: Mana yang Lebih Efisien untuk Proyek di Area Terbatas?

3 Kesalahan Fatal Saat Beaching Kapal LCT yang Bisa Menenggelamkan Profit Proyek Anda
